Thursday, July 29, 2010

tertawalah sebelum kau menangis

Je me presse de rire, de peur d'etre oblige d'en pleurer

Aku paksa diriku untuk menertawakan segalanya, sebab takut..kalau terpaksa menangis karena segalanya.

Pierre-Augustin Beaumarchais

Alasan Mencintai Indonesia

Seorang teman baik sedang melakukan sesuatu. Teman saya ini, seorang penulis handal yang kini tinggal di Houston, Amerika. Ia ikut suami tercinta terbang ke sana. Bukan, suaminya bukan bule, tapi cinta lama yang bersemi di usia matang mereka.

Ia membuat proyek kecil tentang 30 Alasan Mencintai Indonesia. Ia mengunggah satu tulisan berisi alasan ini ke blog miliknya. Proyek ini ia lakukan untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus nanti. Saat pertama ia meminta bantuan pada saya, langsung terpikir apa yang membuat saya jatuh cinta dengan Indonesia? Selain pemandangan alam yang cantik nan memikat, selain makanan yang cita rasanya tak akan ditemukan di belahan dunia mana pun, selain segala kesenian yang sangat indah, merdu dan poetis, selain bahasanya yang mudah dan mendalam?

Ah, yaa...the people. Orang-orang Indonesia, kalau meminjam istilahnya bule-bule, ramah. Memang, orang indonesia itu ramah, tapi di luar itu, banyak kegigihan yang bisa dibilang nekat dan kadang bikin kita tak habis pikir. Sebenarnya bisa panjang kalau dibicarakan di blog, tapi saya usahakan membuatnya singkat.

Banyak pemikiran yang sudah kami bagi bersama, kadang, ia seperti lebih mengerti jalan pikiran dan maksud saya daripada saya sendiri. Tulisan ini juga begitu, ia paham maksud saya, dan terima kasih karena saya sudah diijinkan berpartisipasi.

Wednesday, July 28, 2010

Alasan Mencintai Indonesia

Saya cinta Indonesia karena...
ada saja yang membuat takjub.

Banyak yang bikin kita berdecak kagum dan takjub (baca: heran) soal Indonesia. Well, aside from its obviously beautiful magnificent nature, the behavior of its people sometimes make us, well, speechless. Ini tidak bisa ditemukan di manapun juga. Bagi saya kekreatifan, keberanian (atau lebih tepatnya kenekatan) dan kegigihan penduduk Indonesia (pada umumnya) untuk mencapai tujuan atau keinginannya, sungguh luar biasa.

Kehebatan para pengendara motor membawa barang-barangnya. Ban mobil, kaca segede rumah, pipa panjang, triplek, kayu gelondong, dus-dus, gerobak jualan, spoiler mobil, name it and they can carry just about anything on their motorcycles.

Bajaj atau tuctuc yang bentuknya sungguh menggemaskan sekaligus sudah tak karuan dengan karat merambah ke jalan aspal, perlu senantiasa mendapat perhatian penuh dari pengguna jalan lainnya. Hati-hati kalau berkendara di belakang atau samping si oranye ini. Manuvernya ajaib dan hanya diketahui si Abang dan Tuhan. Tapi ini juga adalah kendaraan yang tepat untuk melintasi keruwetan Jl. Tanah Abang. Been there done that!

Moto para pekerja Indonesia mungkin bisa diwakilkan oleh kalimat ini: Keselamatan Bukan Prioritas Kami. Hebat sekali para pekerja naik ke baliho, tiang listrik, pohon tinggi, bahkan gedung tanpa helm dan tali keselamatan. Atau biasanya, dengan tali tapi seadanya. Bukannya saya menyetujui safety yang dinomorduakan, tetapi saya sungguh salut melihat keberanian mereka untuk melaksanakan tugas.

Masih banyak yang bisa bikin kita geleng-geleng kepala, tapi di saat yang bersamaan juga membuat kita ingin membagi berbagai hal menakjubkan itu sebagai bahan pembicaraan tentang keunikan bangsa ini, bahkan dengan teman-teman dari negara lain. Maka untuk kegigihan, saya angkat topi. Mari kita kolaborasi membuat buku?


Post ini ada di proyek alasan mencintai Indonesia milik kawan saya, Andini (namanya sama ya)

Monday, July 26, 2010

I wanna...

...go on a trip, with you
...taking nice pictures,
...see extraordinary views,
...laugh at all odd things we see on roads
...take a vacation........

Tuesday, July 20, 2010

GOODLIFE - Candu Media di Tangan Anda

GOODLIFE - The Dream Car (for) 2010

GOODLIFE

Edisi Perdana Juli 2010 Cover: Marcella Zalianty. Photographer: Okke Gania. Make-up Artist: Mia. Stylist: Valeska.

Penerbit: PT Simple Media. Alamat: Jl, Panglima Polim X No. 16, Jakarta Selatan 12160. Editor-in-Chief: Nico Siahaan. Managing Editor: Toto Tentrem. Writers: Nuzul Akbar Nazar; Veni Duty Inovanty. Contributors: Andini Darmadi; Poltak Hotradero; Dian Prima; Okke Gania; SKAS - Studio 247l. Art Director: Freddy Handyside. Graphic Designer: Aditya Zadewa. Photographer: Yongki Hermawan. Sales Advertising & Marketing Communication: Ade Herviany; Franky Oberto. Accounting: Gea Irraselda. Distribution: Iman Adisoma. Project Manager: Kiki Jaumil. Managing Director: Aoura Lovenson Chandra. Directors: Gundo Susiarjo; Wandy Wauran; Adi Haryono. Sources: Dr. Reinhard Purwana, MD SPKK; Telly Djoko; Dana Mahmud; Azwar Hadi Kusuma; Tjipto 'Kiki' Widodo; Aris Yashadana.

Motto: It's a Journey - Not a Destination. Ini adalah majalah gaya hidup, khususnya untuk golfer. Isinya, selain aneka informasi mengenai golf, juga ada tentang kesehatan, seks, otomotif, keuangan, dan lain-lain. Beberapa nama rubriknya, antara lain, Cover Story; Golf Course; Course Management; Club Profile; Golf Equipment; Sex; Fitness; Health; dan masih banyak lagi.

Sunday, July 11, 2010

waka waka

You’re a good soldier Choosing your battles
Pick yourself up And dust yourself off
Get back in the saddle
You’re on the front line
Everyone’s watching You know it’s serious
We’re getting closer This isn’t over

The pressure’s on; you feel it But you got it all; believe it
When you fall, get up, oh oh And if you fall, get up, eh eh
Tsamina mina zangalewa Cause this is Africa
Tsamina mina eh eh Waka waka eh eh
Tsamina mina zangalewa This time for Africa

Listen to your god; this is our motto Your time to shine
Don’t wait in line Y vamos por todo
People are raising their expectations Go on and feel it
This is your moment No hesitation

Today’s your day I feel it
You paved the way, Believe it
If you get down Get up oh, oh
When you get down, Get up eh, eh

Tsamina mina zangalewa This time for Africa
Tsamina mina eh eh Waka waka eh eh
Tsamina mina zangalewa Anawa aa
Tsamina mina eh eh Waka waka eh eh
Tsamina mina zangalewa
This time for Africa